Sawit Petani Terus Dirusak

Gajah Liar Masih Bekeliaran


riaupotenza.com
Gajah liar terus merusak tanaman sawit warga di tujuh desa di kecamatan Kelayang

KELAYANG (RPZ) - Hampir dua bulan, gajah liar yang masuk ke wilayah Kecamatan Kelayang terus merusak tanaman sawit warga. Masyarakat yang ada di tujuh desa di kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu semakin resah dengan keberadaan gajah tersebut. Namun hingga kini belum ada tindakan nyata dari pemerintah dalam hal ini pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk menghalau gajah-gajah tersebut ke habitatnya semula.

Dari informasi di lapangan, keberadaan gajah liar dalam dua bulan ini telah banyak merusak tanaman sawit warga. Keberadaannya selalu berpindah-pindah dari satu tempat ketempat lain di wilayah tujuh desa di kecamatan Kelayang yakni, Desa Polak Pisang, Kota Medan, Sungai Golang, Pelangko, Pulau Sengkilo, Pasir Beringin dan sebagian Kelurahan Simpang Kelayang.

“Upaya nyata pemerintah untuk menghalau gajah-gajah tersebut sangat ditunggu, karena selain sudah merusak tanaman sawit warga, keberadaan gajah ini membuat warga ketakutan”, ujar Hendri (35) warga Kelurahan Simpang Kelayang, Selasa (19/9).

Hendri juga mengatakan, tadi malam, tanaman sawit mantan kades Pasir Beringin dirusak kawanan gajah. Pagar kawat yang mengelilingi berantakan seketika, begitu juga tanaman sawit warga lainnya yang tak jauh dari situ juga dirusak. Bahkan katanya, sejak gajah ini masuk, saban malam tanaman sawit warga terus dirusak.

Untuk itu, ia berharap pemerintah menindaklanjuti keluhan masyarakat. Pemerintah diminta tanggap apa yang terjadi saat ini di tengah masyarakat.

Mantan anggota DPRD Inhu, Yuridis, SP mengatakan, warga tujuh desa di kecamatan Kelayang ini, sejak dua bulan lalu dicekam ketakutan karena bukan hanya merusak tanaman warga, gajah tersebut juga berkeliaran hingga di pemukiman warga.

“Saat ini tanaman sawit warga terus dirusak, bahkan masyarakat sudah berada dalam keresahan. Mereka berjaga malam untuk mengusir gajah tersebut agar tidak mendekati rumah warga. Pihak terkait segera turun kelapangan, bantu masyarakat agar hewan yang dilindungi ini kembali ke habitatnya semula”, ujar Ketua DPK Kabupaten Inhu Partai PKPI ini.asr.