Gelapkan Dana Silpa, Kades Kepayang Ditetapkan Tersangka


ROKANHULU (RPZ) - Kepolisian Resor (Polres) Rokan Hulu (Rohul) resmi menetapkan Kepala Desa (Kades) Kepayang, Kepenuhan Hulu, Anten, sebagai tersangka dugaan korupsi dana Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) bersumber dari APBDes Kepayang tahun anggaran 2015.

Penetapan Kades Kepayang, Anten sebagai tersangka dugaan korupsi dana Silpa APBDes 2015 setelah penyidik Polres Rohul melakukan penyelidikan sejak April 2017, dan lakukan penyidikan serta gelar perkara.

Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto SIK MH mengungkapkan, tersangka Anten diduga menggunakan dana Silpa dari APBDes 2015 untuk kepentingan pribadi. Modusnya, Kades Kepayang menarik? dana Silpa sebanyak 18 kali dengan memalsukan tandatangan Bendahara Desa Kepayang yang saat itu dijabat Suheri.

“Ya dipalsukan (tandatangan Bendahara Desa). Total kerugian negara ?itu Rp 556.650.000, dan sampai sekarang belum ada itikad baik (mengembalikan),” ungkap AKBP Yusup Rahmanto saat ekspose di Mapolres Rohul, didampingi Kasat Reskrim Polres Rohul AKP M Wirawan Novianto SIK, Kamis (14/9).

Dikatakan AKBP Yusup, kepada penyidik Anten mengaku uang itu digunakan untuk bisnis batubara. Pengakuannya lagi dia tertipu, tapi tertipu kepada siapa dia tidak bisa menjelaskan. Kemudian sebagian lagi memang diakui untuk kepentingan pribadi.

Akibat perbuatannya, lanjut AKBP Yusup, Kades Kepayang Anten, terancam dijerat Pasal 2, 3, 8, 9 Jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman 20 tahun penjara.

Sementara Kasat Reskrim Polres Rohul AKP M Wirawan Novianto SIK menambahkan untuk pencairan dana di Bank Riau Kepri, Anten diduga memalsukan tandatangan mantan Bendahara Desa Kepayang Suheri dicek saat pencairan.

Tandatangan Bendahara Desa Kepayang yang diduga dipalsukan Anten juga sudah diuji keasliannya oleh Penyidik Satuan Reskrim Polres Rohul ke Laboratorium Forensik Medan.

AKP M Wirawan mengatakan Rabu (13/9) kemarin, tersangka Anten diperiksa. Hari ini, Kamis, Kades Kepayang resmi ditetapkan tersangka dan akan dititipkan di Lapas Kelas II B Pasir Pengaraian.

Wirawan kembali menerangkan, dugaan korupsi dana Silpa APBDes Kepayang 2015 berawal laporan masyarakat. Pada April 2017, Penyidik Satuan Reskrim Polres Rohul mulai melakukan penyelidikan dan ditingkatkan ke penyidikan.

Diakui Wirawan, ada sekitar 18 penarikan dana Silpa APBDes 2015 dilakukan tersangka Anten bervariasi, mulai Rp10 juta sampai Rp20 juta. Dan uang itu dipergunakan untuk bisnis batubara. “Dia mengaku kena tipu oleh seorang berinisial S yang mengajaknya bisnis batubara,” ungkapnya.

AKP M Wirawan mengaku penyidik sudah menyita sejumlah barang bukti, seperti 2 Perdes Kepayang tentang perubahan APBDes Kepayang tahun 2015 dan 2016, 2 laporan realisasi ABPDes Kepayang tahun 2015 dan 2016.

Penyidik juga sita 2 buku kas umum Desa Kepayang tahun 2015 dan 2016, 2 bundel surat pertanggung-jawaban (SPj) tahun 2015 dan 2016, 2 bundel berita acara persetujuan APBDes tahun 2015 dan 2016.

Selanjutnya, 18 lembar foto copy cek Bank Riau Kepri Desa Kepayang tahun 2015 dan 2016, serta 2 Perdes Kepayang tentang APBDesa Kepayang tahun 2015 dan 2016. pm/mx