Atasi Kelangkaan  Operasi Pasar LPG 3 Kg Digelar 4 Hari


riaupotenza.com
Ilustrasi antrian gas elpiji 3 

PANGKALANKERINCI-Kelangkaan LPG 3 kg dipastikan sedikit akan teratasi. Hal ini menyusul dilaksanakannya  Operasi Pasar elpiji 3 Kg di sejumlah titik di Pangkalan Kerinci. Operasi Pasar dilakukan dalam rangka mengatasi kelangkaan LPG yang cukup meresahkan masyarakat. Betapa tidak, tak hanya harganya yang jauh melambung di atas harga eceran tertinggi (HET), gas juga sulit didapatkan.

‘’Operasi Pasar elpiji 3 kg ini kerjasama kita dengan Pertamina untuk mengatasi kelangkaan gas di tengah masyarakat. Operasi ini berlangsung selama 4 hari,’’jelas Kepala Dinas UMKM Perindagsar Kabupaten Pelalawan Drs H Zuerman Das,MM, Rabu (13/9).

‘’Sebelumnya kita mengajukan permohonan ke pihak Pertamina untuk operasi pasar ini, Alhamdulillah mulai hari ini terealisasi,’’imbuhnya.

Dalam operasi pasar sebut Zuerman, LPG tabung melon ini dijual dengan harga standar HET Rp 18 ribu pertabung. ‘’Dijual dengan HET, Rp 18 ribu/tabung,’’ujar Kadis UMKM Perindagsar Pelalawan.

Lebih rinci Zuerman Das menyebutkan lokasi digelarnya operasi gas selama empat hari itu. Rabu-Sabtu (13-16/9) bertempat di Kantor Lurah Pangkalan Kerinci Timur, Kamis (14/9) Kantor Lurah Pangkalan Kerinci Kota, Jumat (15/9) Masjid Besar Al Muttaqien Pangkalan Kerinci Kota, Sabtu (16/9) depan Kantor Golkar Terusan Baru Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat dimulai pukul 10.00 WIB sampai selesai.

‘’Sedangkan kecamatan lain masih menunggu konfirmasi dari Pertamina,’’jelas Zuerman Das menjawab media ini apakah kegiatan serupa akan dilaksanakan di kecamatan lainnya.

Dari penulusan media ini serta pengakuan masyarakat, kelangkaan gas tabung mini 3 kg ini sudah berlangsung cukup. Warga cukup heran, kendati di Pangkalan Kerinci khususnya terdapat beberapa agen resmi, tapi gas tetap langka.

‘’Sudah cukup lama bang gas 3 kg ini langka. Kita heran, di agen begitu cepat habis gas. Kalau pun ada, harganya diatas HET Rp 18 ribu. Kalau kita beli dipengecer harganya sampai Rp 28 ribu. Memang kita tidak tahu siapa yang bermain atau ada yang menimbun. Harapannya dinas bisa bertindak tegas dan mengawasi pendistribusiannya,’’terang Yanto (38) warga Pangkalan Kerinci.

‘’Syukur lah ada operasi pasar, kalau bisa tiap sebulan sekali diadakan operasi pasar gas ini,’’ungkapnya berharap dan berterima kasih dengan adanya operasi pasar yang bisa memberikan kemudahan bagi masyarakat.amr