Warga Minta Tak Hanya Basa Basi

Master Plan Ekuator Disusun


riaupotenza.com
Konsultan dari Disbudparpora Pelalawan sedang mengambil titik kordinat dalam rangka menyusun master Plan pengembangan tugu Ekuator di Pangkalan Lesung 

PANGKALANKERINCI-Kabupaten Pelalawan memiliki sejumlah objek wisata yang bisa dijual untuk memberikan kontribusi bagi daerah. Salah satunya, tugu Ekuator (Equator) di Jalan Lintas Timur Sumatera persisnya di Kecamatan Pangkalan Lesung. Sejak hampir 18 tahun daerah ini berdiri sendiri, ternyata belum ada master plan pengembangan lokasi perlintasan garis Khatukistiwa yang tidak semua daerah memilikinya.

Namun informasi teranyar, ternyata Dinas Pariwisata Kebudaayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pelalawan beberapa hari telah memulai pembuatan master plan pengembangan lokasi yang berada di tengah planet tersebut. 

‘’Beberapa hari lalu ada pengambilan titik koordinat Equator dan air panas Pangkalan Lesung. Informasi yang warga dapat untuk desain Pariwisata Riau,’’terang Bapri Naldi warga Pangkalan Lesung, Rabu (13/9) menyoal kegiatan yang dilakukan oleh konsultan perencana kerjasama Disparbupora Kabupaten Pelalawan.

‘’Atas nama masyarakat kami berharap pengambilan titik koodinat dan rancangan desain yang akan dibuat tidak hanya sebagai wacana belaka. Aset wisata ini sebenarnya jika dikembangkan akan menjadi destinasi wisata baru yang akan mendatangkan pelancong di dalam dan luar negeri,’’katanya.

Pria yang akrab disapa Naldi ini menambahkan, selama ini di Kecamatan Pangkalan Lesung khususnya ada dua aset wisata (Tugu Ekuator dan kolam sumber air panas) yang belum pernah dikembangkan. ‘’Apa lagi sumber air panas memang belum ada mendapat sentuhan dari pemerintah. Meski dengan tampilan seadanya tugu Equator ini sering dikunjungi oleh turis untuk mengabadikan momen bahwa mereka sampai di tengah dunia,’’bebernya.

‘’Atas nama masyarakat Pangkalan Lesung, kami sangat mendukung atas program wisata yang akan digulirkan. Namun perlu digaris bawahi jangan lagi hanya sekedar wacana dan angan angan belaka. Dudukkan desainnya dan bangun dengan maksimal. Jangan hanya sekedar membangun saja, kami yakin wisata Pelalawan akan memiliki peranan penting di Riau,’’ungkapnya berharap.

Terpisah Kepala Dinas Pariwisata Kebudaayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pelalawan Andi Yuliandri,S.Kom membenarkan adanya kegiatan penyusunan master plan tugu Ekuator. ‘’Ya memang benar ada kegiatan penyusunan master tugu Ekuator sebagai basis pengembangan lokasi wisata khususnya di daerah itu nantinya. Kalau untuk sumber air panas memang belum ada lagi,’’terangnya kemarin.

Di lokasi tugu tempat lintasan matahari itu sebut mantan Kepala BKD Kabupaten Pelalawan ini, ada lahan milik Pemda kurang dari 1 hektar atau persisnya 8.556 meter persegi. ‘’Kita berharap dengan adanya master plan yang disusun ini menjadi dasar kita untuk membangun lokasi ini sebagai objek wisata yang layak dikunjungi. Apalagi di lahan kurang satu hektar masih ada hutan alam yang asri,’’papar Andi.

Penyusunan desain perencanaan pembangunan lokasi ini memang sangat penting kedepannya meski dengan bertahap ada upaya lain, seperti mengajukan ke Pemprov atau ke pusat melalui Kementerian Pariwisata. ‘’Kalau desainnya sudah ada tentu lebih mudah kita mengajukan proposal pembangunannya, baik ke Pemkab Pelalawan sendiri atau ke provinsi maupun pusat atah bahkan pihak swasta yang memang berminat,’’terang Kadis Parbudpora Pelalawan.

Diakuinya, kalau membangun dengan dana APBD Pelalawan memang masih belum memungkinkan. ‘’Anggaran kita memang terbatas. Jadi dengan desain ini bisa kita tawarkan ke pihak lain. Kita tidak mau asal bangun, tapi benar-benar perencanaan yang matang agar nantinya bisa menjadi tumpuan wisata. Kan, tak semua daerah yang menjadi titik khatulistiwa ini.  Pembangunannya memang tergantung dana, dana kita khususnya tak kuat. Namun kita berpangku tangan dan mencari terobosan lain,’’bebernya sambil menyebutkan di lokasi itu direncanakan akan dibangun semacam tempat rekreasi bagi masyarakat termasuk ada museum menjadi pusat informasi bagi pengunjung baik tentang Pelalawan menyangkut sejarah, budaya dan lainnya juga termasuk informasi Kecamatan Pangkalan Lesung. 

Selain sambung Andi, diwacanakan akan ada lahan yang akan dihibahkan masyarakat sekitar 1 hektar lagi untuk pengembangan lokasi ekuator, namun sampai saat ini belum terealisasi. ‘’Semua kita berharap, rencananya bukannya wacana dan tinggal di desain saja, tapi itu ril akan dilaksanakan. Namun, tentu perlahan-lahan lah,’’katanya sambil menyebutkan akan sangat menarik seiring dikembangkan lokasi sumber air panas yang tak jauh dari lokasi tugu.

Terkait titik kordinat 0,0 equator lanjut Andi, memang terjadi pergeseran seiring berjalan waktu. ‘’Memang ada pergeseran titik kordinatnya tidak persis di tugu yang ada saat ini, malah melintas di rumah penduduk. Saya tidak tahu penyebabnya dan ini bisa jadi terjadi disemua wilayah garis lintas khatulistiwa,’’pungkasnya.amr