Proyek My Duri-Pakning, PT. CGA Akui Ambil Uang Muka Rp 75 Miliar


riaupotenza.com
PROYEK MENEGER PT. CITRA GADING ASRITAMA (CGA) ARIFIN AZIS DAN STAFNYA SAAT MENGIKUTI HEARING DI GEDUNG DPRD BENGKALIS, SELASA (12/9/2017).(SUKARDI)

BENGKALIS — Realisasi proyek Multiyeras (My) Jalan Poros Duri-Pakning dengan anggaran sebesar Rp 495 miliar lebih tersebut ditargetkan bisa terealisasi sekitar 15 persen hingga akhir Desember 2017.

Realisasi itu dinilai jauh panggang dari api, karena hingga September 2017 progressnya baru mencapai Rp 1,477 persen dari rencana progress sebesar 3,759 persen. Progress dimaksud setelah dilakukan upaya melalui schedule dari pihak PT. Citra Garing Asritama (CGA).

Projek Menejer PT. CGA Arifin Azis, saat diwawancarai Posmetro Mandau, Selasa (12/9) kemarin tak bisa mengelak ketika ditanya soal uang muka yang sudah diambil sebesar Rp 75 miliar untuk pekerjaan di Tahun 2017. Meski antara Dinas PUPR dan PT.CGA salah membuat laporan atau rilis media yang sempat menyatakan 6 persen, namun melalui hearing kemarin PT. CGA sendiri mengaku jika pencapaian dilapangan baru mencapai 1,477 persen.

Arifin menilai, pekerjaan yang saat ini dilaksanakan bukan merupakan proyek lanjutan, karena sudah dari sebelum lebaran Idul Fitri kemarin sudah mulai melakukan aktifitas kegiatan proyek My Duri-Pakning.

Menurutnya, uang muka tersebut rencananya untuk menyelesaikan progress hingga 3,5 persen, karena dari awal bukan pekerjaan lanjutan, dan sudah menjadi keharusan PT. CGA melaksanakannya.

“Memang uang muka sudah kita ambil, dan rencananya mengejar target 3,5 persen sesuai dengan kontrak kerja kita dengan PUPR, karena di awal biasalah, bukan pekerjaan lanjutan, sebelum lebaran kami sudah mulai bekerja SPA tidak dari nol,”katanya.

Soal kondisi hari ini, PT. CGA diwakili Proyek Menejer Arifin Azis tampak bimbang dengan kondisi cuaca atau alam di Bengkalis. Dikhawatirkan akan menghambat efektifitas kinerja, karena unsur tanahnya bisa berubah ketika cuaca buruk.

“Target kita hingga Desember akhir itu 15 persen, maka dari itu kita coba uraikan di hearing,”katanya.

Sebelumnya, Komisi II DPRD Bengkalis menggelar rapat dengar pendapat (hearing) antara PT. Citra Garing Asritama (CGA) selaku pelaksana proyek Multiyears (My) Duri-Pakning dengan menghadirkan Kepala SOPD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bengkalis, Selasa (12/9) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

Sayangnya hearing yang berlangsung sekitar dua jam itu pun berujung deadlock alias buntu. Sebab, pimpinan hearing yang hadir ketika itu, Indra Gunawan Eet (Pimpinan DPRD) meminta agar pekerjaan proyek My Duri-Pakning di stop sampai diumumkannya pemenang tender konsultan pengawas yang saat ini sedang memasuki tahapan lelang dan segera diketahui pemenang tendernya.

Hearing kemarin adalah untuk mendengarkan segala persoalan yang ada di pekerjaan My Duri-Pakning yang anggarannya mencapai Rp 495 miliar lebih. Dalam ulasan, dari pihak PT. CGA terdapat beberapa kendala yang dihadapi dalam pekerjaan, kemudian sejumlah target progress yang masih minim yakni baru tercapai sekitar 1,477 persen dari rencana progress 3,759 persen.

Hadir dalam hearing tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis H Indra Gunawan, Ketua Komisi II DPRD Bengkalis Syahrial, dan sejumlah anggota komisi diantaranya Kaderismanto, Safrana Fizar, Abdul Kadir, H Zamzami, Nur Azmi Hasyim, Johan Wahyudi, Susanto SR, dan Sofyan.

Sebelum dinyatakan deadlock, hearing awalnya berjalan biasa, meski ada beberapa pertanyaan yang dicerca ke PT. CGA yang diwakili Projek Menejer Arifin Azis. Namun pertanyaan tersebut tak dijawab secara metoda oleh PT. CGA, sehingga harus dijawab secara teknis oleh Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis H Tajul Mudarris, selaku Pengguna Anggaran (PA), dan Ardiansyah selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek My Duri-Pakning.(MXH)