Sama Buruknya dengan Raskin Sebelumnya

Kades Simpang Padang, Tolak Raskin yang Baru Saja Datang


riaupotenza.com
Kades Simpang Padang, Asrizal SH mengecek terlebih dahulu beras Raskin sebelum dibongkar dari truk.   (win)

DURI -- Kepala Desa Simpang Padang, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis Asrizal SH dengan tegas menolak beras untuk keluarga prasejahtera (Beras Rastra) Otonomi dan Nasional atau yang lebih dikenal dengan sebutan Beras Raskin, yang baru saja tiba di Kantor Desa Simpang Padang Jalan LKMD Duri, Rabu (6/9) sore kemarin.

Pasalnya, beras Raskin yang baru saja tiba diantar oleh petugas Bulog dari Dumai menggunakan truk Colt Diesel tersebut, sama buruknya dengan beras Raskin yang datang sebelum ini. Tak ada bedanya sama persis, yakni sama-sama berkutu, berhama dan berwarna kecoklatan.Tak ingin kecolongan, seperti di masa Pj Kades sebelumnya. Kades 

Simpang Padang yang merupakan kepala desa pilihan masyarakat ini, sebelum truk pembawa Raskin itu tadi membongkar muatannya, Kades

Asrizal mengecek terlebih dahulu isi daripada beberapa karung beras 15 Kilogram itu satu persatu. Dengan disaksikan tentunya oleh perangkat desa, Ketua BPD, beberapa orang ketua RT dan RW.

Setelah dicek dan dicermati dengan seksama, serta dibandingkan dengan Raskin sebelumnya yang juga telah ditolak oleh masyarakat. Ternyata beras Raskin yang baru sampai itupun tak ada bedanya dengan beras Raskin sebelumnya. Cuma yang membedakan warna karungnya saja.

Akhirnya, tak perlu repot-repot membongkar muatannya, seluruh beras Raskin sebanyak 3.825 Kilogram yang masih berada didalam truk, diminta untuk dibawa pulang kembali oleh kepala desa dan tak perlu dibongkar.

Tak hanya itu, beras Raskin sebelumnya, yakni sebanyak 255 karung isi 15 Kg yang telah ditolak masyarakat para penerima Raskin di Desa Simpang Padang pun, juga diminta diangkut kembali pulang ke Bulog Dumai.

Apalagi, seperti diketahui untuk Raskin yang sebelumnya ini, memang sempat diturunkan dari truk dan ditaruh di Kantor Desa. Namun, saat akan dibagikan ke penerima, disitu baru kelihatan kondisi beras Raskin yang buruk, dengan keadaan berkutu, berhama dan berwarna kecoklatan. Atas kondisi 
beras Raskin yang tak layak konsumsi tersebut, masyarakat Desa Simpang Padang para penerima Raskin dengan tegas menyatakan tidak bersedia menerima beras Raskin tersebut. Bahkan, sebagai bentuk penolakan terhadap beras Raskin yang tidak layak konsumsi tersebut, warga Desa Simpang Padang penerima beras Raskin membubuhkan tanda tangan mereka.

"Padahal kita sudah datangi langsung ke Bulog di Dumai Selasa kemarin, menjumpai Bapak Ferizal pejabat di Bulog disana. Dia bahkan 
menjanjikan kepada kita akan mengganti dengan beras yang lebih baik, yakni beras Bulog yang kemasan 50 Kilogram perkarungnya. Semula kita bersyukur atas janji akan digantinya dengan beras yang lebih baik itu. Tapi, nyatanya yang datang, sama dengan beras Raskin sebelumnya. Tak ada bedanya," tukas Kades Asrizal kesal.

Apalagi, selaku kepala desa Asrizal sangat tak ingin beras Raskin yang akan dikonsumsi oleh warganya dari keluarga prasejahtera itu, kondisinya buruk seperti itu, berkutu, berhama dan berwarna kecoklatan. Tak layak untuk dikonsumsi.

"Beras yang baru datang itu kita tolak. Kita takut itu akan menjadi penyakit bagi masyarakat kita. Jadi, sekalian beras yang ada disini, juga kita minta mereka bawa. Daripada jadi penyakit bagi anggota dan staf saya di kantor, karena badan mereka jadi gatal-gatal akibat hama beras itu. Kemudian, jangan ada alasan karena lama jadi tolong bawasekalian," pungkas Asrizal SH.  (win)