Diduga Pemicu Pertikaian Dua Kelompok Warga

Tim Yustisi Bongkar 7 Warung Tuak di Rambah


riaupotenza.com
Tim Yustisi saat melakukan pembongkaran warung tuak.

ROHUL (RPZ) - Tim Yustisi Penegak Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) membongkar sedikitnya 7 warung tuak di Kecamatan Rambah. Selain melanggar Perda, Pembongkaran ini dilakukan karena diduga sebagai pemicu bertikaian dua kelompok warga dua desa di Kecamatan setempat.

Penutupan warung tuak oleh Tim Yustisi penegak Perda Rohul dipimpin oleh Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto serta Kabid Ops Satpol PP dan Damkar Rohul Erwin Lubis dengan menerjunkan ratusan personel Polri dan Satpol PP

Plt Kepala Satpol PP dan Damkar Rohul Jon Kenedi SH mengatakan, 7 warung tuak atau pakter tuak di Kecamatan Rambah yang ditertibkan dan dibongkar oleh Tim Yustisi Rohul, Ahad (3/9) sore, terdiri 3 warung di Longgopan Kelurahan Pasir Pengaraian, 3 warung di Gelumbang Suka Damai Desa Rambah Tengah Hulu, dan 1 warung di Jalan Lingkar Pasir Pengaraian.

‘’Ada beberapa yang dibongkar sendiri oleh pemiliknya. Kemudian kita juga tutup paksa satu lokasi pembuatan tuak di Kaiti,’’ jelas Jon Kenedi didampingi Kabid Ops Satpol PP dan Damkar Rohul Erwin Lubis SH, Senin (4/9).

7Jon Kenedi mengaku penutupan warung tuak dan pembongkaran sesuai arahan dan perintah dari Bupati Rohul H Sukiman SSos MSi tentang pembersihan warung remang-remang dan warung tuak di Kabupaten Rohul.

Ada beberapa alasan warung tuak dibongkar petugas gabungan. Pertama karena tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan atau IMB. Alasan kedua penutupan warung tuak juga dampak dari pertikaian dua kelompok warga di Kecamatan Rambah, yakni antara warga Desa Rambah Tengah Hulu dengan warga Desa Menaming yang terjadi sejak Kamis (31/8) lalu.

Jon mengungkapkan pertikaian antara warga Desa Rambah Tengah Hulu dengan Desa Menaming berawal dari keributan sejumlah oknum warga antar desa di warung tuak. Keributan itu menyebabkan warga dua desa terlibat konflik sampai hari ini.

Jon mengaku pada operasi dilakukan Tim Yustisi Rohul pada Minggu kemarin, dimulai pukul 14.30 WIB dan baru berakhir 20.00 WIB, berlansung aman dan lancar, tidak ada perlawanan dari pemilik warung tuak.

Dari 7 warung tuak dan 1 lokasi pembuatan minuman tuak, ungkap Jon Kenedi, Tim Yustisi menyita sedikitnya 12 jerigen tuak dan peralatan musik. Semua barang bukti sudah diamankan di Kantor Satpol PP dan Damkar Rohul.

Untuk pemilik warung tuak dan pembuat minuman tuak, diakui Jon Kenedi, rencananya dalam waktu dekat akan dipanggil dan diproses. Karena baru tahap pertama, pemilik warung tuak dan pembuat minuman tuak baru sebatas diberi peringatan dan membuat pernyataan. ‘’Namun kalau mereka masih melakukan berkemungkinan akan dinaikkan ke tindak pidana ringan (Terpiring),’’ tegas Jon Kenedi. 

Operasi Tim Yustisi Rohul juga diikuti Kabag Ops Polres Rohul Kompol Irmadison, Kapolsek Rambah AKP Didi Antoni, Kasat Intelkam AKP Aditya Reza, dan sejumlah Kasat di jajaran Polres Rohul.***