Prilaku Seks Menyimpang, Kasus HIV Meningkat di Dumai


DUMAI (RPZ) —Prilaku seks menyimpang di Kota Dumai nyata adanya, tercatat di tahun 2017 terdapat 174 orang lelaki suka lelaki (LSL) yang ada di Kota Dumai.

Jumlah LSL tersebut tidak menutup kemungkinan lebih, karena data tersebut hanya dari kalangan orang dewasa belum termasuk dari kalangan remaja dan anak sekolah yang menurut komisi penanggulangan aids (KPA) penyimpangan seks sesema jenis khususnya laki laki tersebut sudah terindikasi ada dari kalangan pelajar.

Bahkan di Dumai terdapat salah satu salon yang menjadi tempat berkumpulnya para LSL ini untuk saling berinteraksi bersama komunitas mereka.

Pengelola Program KPA Kota Dumai dalam pemaparannya pada kegiatan pertemuan peningkatan peran lintas sektor dalam menekan epidemi HIV Aids mengatakan saat ini ratusan lelaki suka akan lelaki.

‘’Hasil survei dan pemetaan yang kita lakukan saat ini terdapat 174 laki suka laki dari kalangan dewasa dan iti belum masuk anak sekolah karena terindikasi penyimpangan seks ini sudah merambah ke sekolah,’’ ujarnya.

Ditambahkan Rudi, saat ini terdapat 52 titik kumpul para LSL ini di Kota Dumai diantaranya ada salah satunya adalah salon yang ada di Dumai.

Terkait adanya dugaan transaksi seks diantara LSL ini Rudi mengatakan, kalau hal itu saya pernah dengan namun belum menemukan langsung kejadian tersebut. Biasanya hotel menjadi tempat terjadinya transaksi tersebut.

‘’Memang diakui Rudi untuk para SLS ini rata rata adalah yang sudah dewasa namun dalam satu penyuluhan yang kita lakukan beberapa waktu yang lalu di 2 tempat yang berbeda terdapat 3 orang remaja dibawah 20 tahun terinfeksi HIV dari 17 orang yang diambil sampelnya. Dan mereka semua masuk dalam komunitas LSL,’’ terang Rudi.

Data dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Dumai, jumlah kasus HIV dari tahun 2006 hingga Juni 2017 mencapai 374 kasus. Jumlah ini meningkat bila dibanding Maret 2017 lalu yakni 356 kasus. 

Sedangkan kasus AIDS meningkat dua kasus pada periode sama. Pada Maret 2017 silam tercatat 212 kasus AIDS, namun hingga Juni 2017 menjadi 214 kasus. ***