Lanal Amankan Kapal Angkut Garam Ilegal dari Malaysia


riaupotenza.com
KAPAL pengangkut garam diduga ilegal dari Malaysia diamankan Lanal Dumai.

DUMAI (RPZ) — Lanal Dumai mengamankan Kapal Motor Teluk Raja Sejahtera Jaya. Kapal GT 23 itu diduga membawa garam ilegal asal negeri jiran Malaysia dan sejumlah barang lainnya.

Kapal dengan satu nakhoda dan tiga anak buah kapal ini diamakan saat melintas di perairan Selat Bengkalis, Sabtu (19/8) pukul 19.30 WIB. Kapal berangkat dari Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti membawa garam, mie instan dan lainnya untuk dibawa ke Bagan Siapiapi, Rokan Hilir.

Garam yang masih dalam bentuk kasar diduga impor secara ilegal dari Malaysia ini ditumpuk di bagian palka kapal, berbungkus goni berwarna biru dan ditutup dengan terpal. 

Ukuran karung masing-masing 40 kilogram. Kapal diamankan lantaran nakhoda tidak bisa memperlihatkan bukti pembelian garam dalam jumlah besar. “Masih pemeriksaan lebih lanjut,” terang Danlanal Dumai Kolonel Laut (E) Yose Aldino kepada riaupotenza.com, Sabtu (19/8) malam.

Dijelaskan Yose Aldino, kapal diamankan Tim WFQR 1.6 Lanal Dumai dengan kapal patroli PAT. II. 1.43/MDN, Jumat (18/8) pukul 19.30 WIB. Namun baru berada di Pos Lanal Dumai, Dumai, Sabtu (19/8) sore.

Total garam yang diamankan 23,95 ton. Menurut Yose Aldino, asal dan tujuan pengangkutan garam ini akan ditelusuri.

Pengakuan nahkoda, kapal ini adalah milik Junaidi yang rutin berlayar dari Selat Panjang dengan tujuan Bagansiapiapi. Di kapal petugas menemukan dokumen berupa surat persetujuan berlayar, surat ukur, pas besar, sertifikat keselamatan dan buku kesehatan. “Juga diamankan dokumen personel berupa surat keterangan kecakapan nakhoda dan dokumen muatan berupa manifest barang muatan,’’ lanjutnya.

Kapal GT 23 ini diketahui tidak dilengkapi dokumen kapal berupa sertifikat perangkat radio. Mereka diduga melanggar Pasal 307 jo Pasal 131 ayat 2. “Subsider Pasal 310 jo Pasal 135 yaitu mempekerjakan ABK tidak sesuai dengan semestinya, sambungnya. “Bila terdapat pelanggaran kepabeanan, nantinya akan diserahkan ke KPPBC Dumai,” tutup Yose.***