Perbaikan Tataniaga Kelapa

7 Petani Kelapa Inhil Hadiri Rakornas Perpekindo


riaupotenza.com
Ketua Umum Perpekindo Muhaemin Tallo menyampaikan sambutan saat pembukaan Rakornas Perpekindo di Ciawi Bogor.

BOGOR (RPZ)- Tujuh orang petani kelapa dari Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berangkat  menghadiri Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia (Perpekindo). Acara yang berlangsung dari 19-20 Agustus 2017 itu, dilaksanakan di Pusat Pelatihan Manajemen Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi, Bogor, Jawa Barat.

Ketua rombongan, yang juga Ketua Perpekindo Kabupaten Inhil Burhanuddin menyampaikan, rakornas ini dihadiri oleh 100 peserta. Para peserta ini berasal dari 13 provinsi 

se Indonesia.

Saat pembukaan, hadir pula Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) RI Ir Bambang MM. Kasubdit IKM Pangan, barang dari kayu dan furnuture Kemenperin RI Siska, serta perwakilan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI.

Seperti disampaikan Bambang, tujuan kegiatan ini adalah membicarakan perbaikan tataniaga kelapa. Selain itu, juga peremajaan kelapa, penanganan penyakit dan hama kelapa serta penguatan kelembagaan petani kelapa Indonesia sampai ke tingkat desa.

"Rakornas Perpekindo ini sangat penting. Karena nasib petani kelapa ke depan akan dibicarakan di forum ini. Untuk itu, agar diikuti kegiatan ini dengan sebaik-sebaiknya. Harapan kita semua, bagaimana ke depan tataniaga kelapa akan lebih baik, dan berbagai masalah petani kelapa bisa diselesaikan," kata Bambang MM.

Nampak juga hadir, Ketua Umum Perpekindo Muhaemin Tallo dan jajaran pengurusnya. Ia menyampaikan terima kasih atas kehadiran semua perwakilan Perpekindo daerah ke rakornas tersebut. Menurutnya, kehadiran delegasi ini adalah bentuk keseriusan seluruh pengurus untuk sama-sama memikirkan nasib petani kelapa di Indonesia. Ia berharap, rumusan-rumusan rakornas ini nanti akan bisa dijadikan acuan untuk perbaikan nasib petani kelapa se Indonesia.

Putera asli Kabupaten Inhil itu juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh stakeholder dalam upaya perbaikan nasib petani kelapa. Perpekindo kata dia, tidak akan bisa berbuat sendiri. Untuk itu, katanya, mari bersama-sama berpikir dan berjuang agar persoalan petani kelapa di tanah air dapat diselesaikan dan petani kelapa bisa hidup lebih baik.(rpz)