JPU Kasasi Atas Vonis Bebas Terdakwa Penganiyaan


ROKANHULU (RPZ) — Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Rohul mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) atas dibebaskannya dua dari empat terdakwa dalam perkara penganiayaan di Kecamatan Kunto Darussalam.

Dua terdakwa yang dibebaskan diantaranya H Arton dan Rahdi Iskandar. Ini berdasarkan sidang pembacaan vonis, Kamis (20/7), dengan Majelis Hakim PN Pasir Pengaraian Sarudi SH anggota Adhika Budi Prasetyo SH MBA MH dan Adil Matogu Franky Simarmata SH. 

Dibebaskannya dua terdakwa ini karena dinilai tidak terbukti ikut melakukan penganiyaan seperti didakwaan JPU Kejari Rohul. Sementara dua terdakwa lain, Hardianis dan suaminya Maradona Ritonga dihukum penjara masing-masing 2 bulan 10 hari, dan dinilai terbukti melanggar Pasal 351 ayat 1 jo 55 KUHPidana.

Kepala Kejari Rohul Freddy Daniel Simanjuntak SH MHum melalui Kasi Pidum Kejari Rohul Mochamad Fitri Adhy SH mengatakan, JPU Kejari Rohul berkeyakinan bahwa dua terdakwa dibebaskan (H Arton dan Rahdi Iskandar) turut serta dalam melakukan penganiyaan. Oleh sebab itu pihaknya ajaukan Kasasi ke MA.

‘’Memori kasasi sudah diajukan ke Pengadilan Negeri Pasir Pengaraian, Selasa siang (8/8),’’ jelas Adhy, Rabu (9/8).

Diketahui, empat terdakwa yang masih ada hubungan satu keluarga ini disidang karena dituduh menganiaya dua kakak adik, Sukasmita dan Suwondo, warga Kotalama, Kecamatan Kunto Darussalam.

Pada fakta sidang, pemohon Sukasmita mengaku mengalami sejumlah luka saat terjadi pengeroyokan disertai penganiayaan terjadi pada 7 Desember 2016 lalu sekitar pukul 22.00 WIB, dan dikuatkan dengan hasil visum.

Penganiayaan terjadi berawal saat adik korban Suwondo dan temannya Ariya sedang duduk sambil main gitar di rumah teman wanitanya di Prambanan Desa Bukit Intan Makmur, Kecamatan Kunto Darussalam.

Saat itu, Ariya dipanggil sekelompok orang tidak dikenal. Suwondo yang tidak tahu masalahnya juga ikut dipanggil dan berujung pemukulan.

Suwondo kemudian menelepon kakaknya Sukasmita untuk datang menjemputnya di rumah teman wanitanya. Setibanya Sukasmita di lokasi, cekcok mulut terjadi.

Di tengah perjalanan pulang, sekitar pukul 23.00 WIB, sepeda motor dikendarai Sukasmita dan adiknya dicegat sejumlah orang di depan rumah warga.

Sekelompok orang mengerumuni pelapor dan di antaranya ada empat terdakwa, Hardianis dan suaminya Maradona Ritonga, Arton dan Rahdi Iskandar, dan kunci kontak sepeda motor Sukasmita sempat diambil.

Diawali cekcok mulut kedua belah pihak berujung penganiayaan. Sukasmita mengaku dirinya sempat dijambak dan dipukul dari arah samping, mulut dipukul sandal, dan kepala dibenturkan ke mobil yang dibawa salah seorang terdakwa. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan Sukasmita ke Polsek Kunto Darussalam.PPG