Fauzi Asni : “Akan Kita Evaluasi”

”Gembok Cinta Siak” Jadi Polemik


riaupotenza.com
Lokasi Gembok Cinta Siak terlihat sudah ada beberapa gembok yang tergantung.

SIAK (RPZ) - Program “Gembok Cinta Siak” yang dilounching Dinas Pariwisata (Dispar) Siak baru-baru ini, menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Ada yang menganggap program tersebut bertentangan dengan nilai-nilai budaya Melayu, kental dengan penciplakan budaya barat. Bahkan ada yang mengkhawatirkan hal tersebut bakal menjurus kepada kemusrikan.

Komentar miring tersebut, tidak hanya jadi perbincangan di kedai kopi, bahkan sudah merambah ke jejaring sosial facebook dengan komentar yang beragam.

Terkait hal ini, Kepala Dispar Siak Dr Fauzi Asni mengaku sangat terbuka pada segala masukan dari masyarakat walau program tersebut diluncurkan dengan niat yang baik yakni demi menarik minat wisatawan untuk datang ke Siak.

“Ya, kita akan melakukan evaluasi terhadap program “Gembok Cinta Siak”. Pasalnya program tersebut menimbulkan polemik di sebagian kalangan masyarakat. Kita terbuka terhadap segala masukan, karena pastilah semua itu demi kebaikan kita bersama,” ujar Fauzi saat ditemui kemarin (7/8) di kantornya.

Menurutnya, “Gembok Cinta Siak” itu suatu tekad untuk ekpresikan sayang terhadap Siak. Wujud sayang Siak ini dengan belajar untuk mencapai prestasi terbaik, Sayang dan Peduli dengan kebersihan Siak. 

“Gembok Cinta Siak” ini bukan diperuntukkan hedonisme muda mudi untuk dua-duaan mengukir janji. Yang seperti ini tidak sesuai semangat Melayu dan Islam,” bebernya.

Dispar, imbuhnya sangat menghargai kelompok masyarakat yang belum bisa memahami pesan sebenarnya. “Ini bukan Gembok Cinta yang sama dengan luar Negeri yang mengumbar nafsu,” tegasnya lagi.

Fauzi mengaku, terkait hal ini dirinya juga telah berkonsultasi dengan sesepuh dan tokoh masyarakat Siak. Hasilnya, nama “Gembok Cinta Siak” ini disarankan diganti menjadi “KITO PEDULI SIAK”. 

Namun demikian, lanjutnya, pihaknya masih akan melakukan evaluasi mendalam.
 
“Sampai saat ini Dispar perlu mengevaluasi kegiatan ini agar tidak menimbulkan fitnah terutama bagi masyarakat yang belum sampai pemahamannya. Takutnya mereka yang tidak faham malah justru menuliskan harapan cinta pribadinya bersama pasangannya dalam gembok tersebut,” tandasnya.

Pantauan riaupotenza.com di lokasi, tepatnya tepian Bandar Sungai Jantan tidak jauh dari gedung Tengku Mahratu, apa yang dikhawatirkan, terjadi. Nampak jelas sudah ada gembok yang tergantung dengan nama dua insan berlainan jenis lengkap dengan logo hati sebagai tanda cinta. ***