Polda Riau Sita 7 Kilogram Sabu dan 4000 Butir Pil Ekstasi

Oknum Polisi Tewas Diberondong Peluru


riaupotenza.com
Kapolda Riau, Zulkarnain bersama jajaran saat memperlihatkan sabu dan ekstasi yang ditangkap dari oknum polisi di Bengkalis, Rabu (7/6).

PEKANBARU (RPZ) - Brigadir Polisi (Brigpol) Hen, tewas ditangan petugas Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau, Rabu (7/6).

Dia diberondong empat butir timah panas petugas karena melawan saat ditangkap di kawasan Pelabuhan Roro, Bengkalis sekitar pukul 11.00 WIB.

Ketika ditangkap, Hen membawa narkoba berupa sabu dan ekstasi. Barang itu akan dibawa ke Pekanbaru untuk diedarkan.

Selanjutnya, jasad tersangka langsung dibawa ke ruang Instalasi Forensik dan Perawatan Jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Polri di Jalan Kartini Pekanbaru.

Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara langsung melihat jasad tersangka. Janji dia mengekspos tersangka narkoba di kamar mayat ditepati.

"Kan terbukti janji saya. Kalau pelaku narkoba ditembak mati eksposnya di rumah sakit," ujar Zulkarnain kepada Wartawan.

Jenderal bintang dua ini membeberkan, tersangka adalah oknum polisi yang bertugas di Polres Bengkalis. 

Namun, belakang hampir lima bulan tidak masuk dinas. Bahkan disuruh untuk datang sidang kode etik juga tidak dipenuhi.

Ternyata, setelah diselidiki lebih kurang seminggu, Brigpol Hen terungkap berbisnis narkoba tersebut. Dan merupakan sindikat narkoba di Riau.

Pada saat dilakukan penangkapan, tersangka sedang membawa narkoba disimpan didalam kardus.

"Dia (tersangka) terpaksa dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap. Ditembak pada dada kiri sekali dan tiga kali dipunggung," kata Zulkarnain.

Barang bukti dari tersangka diamankan tujuh kantong besar sabu-sabu dengan berat 7 kilogram. Pil ekstasi jenis Happy Five (H5) 4000 butir.

Menurutnya, tersangka oknum polisi ini merupakan pengedar narkoba sel terputus. Ini juga berkaitan dengan pengungkapan kasus narkoba dua kilogram di Dumai beberapa waktu lalu.

Sehingga, jajaran Ditresnarkoba Polda Riau melakukan penyelidikan melalui monitoring IT.

"Ini murni monitoring IT kami. Jadi kita ketahui bahwa pelaku telah menyiapkannya stok barang (sabu dan ekstasi) untuk Idul Fitri dan Ramadan ini. Kayak memaket sembako dibuatnya," imbuhnya Kapolda.

Lanjut dikatakan Zulkarnain, pihak Ditresnarkoba Polda Riau masih melakukannya upaya pengembangan. Sebab masih ada jaringan lain yang terlibat.

Apalagi tersangka oknum polisi yang tewas ini merupakan jaringan narkoba lintas provinsi.

"Barang (narkoba) produk dari China. Ini bungkus ekstasi tulisan China. Sabu juga dari China ini. Mereka jaringan besar. Narkoba ini diedarkan diberbagai daerah termasuk ke Pekanbaru sasaran terakhir sebelum dia meninggal," ungkap Zulkarnain.

Tewasnya oknum polisi ini, Kapolda menyampaikan bela sungkawa. Namun, itu mang sudah penegakan hukum terhadap pelaku narkoba yang tidak bisa dikasih toleransi.

"Tidak ada ampun. Mau polisi mau apa. Kalau melawan peluru bicara," ujarnya.

Sementara itu, 7 kilogram sabu-sabu ini jika diuangkan senilai Rp7 miliar. Sedangkan ekstasi Rp600 juta.

Namun, beruntung barang ini tidak beredar. Itu artinya, Polda Riau menyelamatkan generasi muda sekitar 40 ribu orang.

Dalam eskpos pengungkapan kasus narkoba ini, Kapolda Riau, Zulkarnain Didampingi Kabiddokkes RS Bhayangkara Polri, Kombes Polisi Asmarahadi, Kabid Humas, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, dan jajaran Ditresnarkoba Polda Riau.(don)