Kapolda : Kuatkan Peran Orangtua


PEKANBARU (RPZ) — Kasus pencurian sepeda motor (Curanmor) yang melibatkan Dm  (12) murid kelas enam sekolah dasar (SD), menjadi perhatian serius Kapolda Riau Irjen Pol Drs Zulkarnain. 
Ia melihat kurangnya peran pengawasan dari orangtua dari Dm tersebut. ‘’Saya prihatin melihat kasus curanmor yang melibatkan anak kelas enam SD itu,’’ ujarnya.

Menurutnya peristiwa tersebut menjadi tanggung jawab semua kalangan,  termasuk orangtua dari anak SD yang terlibat itu. Sebab, apa yang dilakukannya  merupakan bukti kurangnya pengawasan terhadap si anak.
 
Kapolda mengingatkan, ke  depannya menjadikan  peristiwa tersebut sebagai  pelajaran bagi semua kalangan termasuk para orangtua. Agar dapat melakukan pengawasan ekstra terhadap pergaulan anak-anak dilingkungan masing-masing. 

Menurutnya, keahlian anak SD yang terlibat aksi pencurian sepeda motor itu patut menjadi perhatian. Karena untuk melakukannya dibutuhkan keahlian khusus dan  keberanian melakukan kejahatan seperti sudah tertanam dan terajar di fikiran si anak.

‘’Mungkin sudah dipelajarinya dan mungkin ada gurunya. Kunci T itu kan dibuat khusus. Dan si anak juga sudah punya keberanian melakukan kejahatan. Ini patut  jadi perhatian kita, kalau tidak mau generasi bangsa rusak,’’ ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, satu bulan melakukan penyelidikan Opsnal Polsek  Rumbai meringkus dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curamor) dan seorang penadah. Ketiganya ditangkap Tim Opsnal Polsek Rumbai di tiga tempat berbeda. 

Mirisnya, salah satu pelakunya seorang murid kelas 6 SD terlibat dalam perkara tersebut, Kamis (16/3). Dm (12) merupakan salah satu dari tiga pelaku masing-masing, Yn (16) warga Jalan Limbungan, Lembah Sari, Rumbai Pesisir dan Yt  (43) selaku penadah motor curian. 

Penangkapan ketiga pelaku berawal dari laporan korban Curanmor, Sofyan (45)  warga Jalan Kurnia, Limbungan, Rumbai Pesisir, Sabtu (11/2) lalu. Yang terjadi di  tempat pesta pernikahan di Jalan Perkasa, Limbungan, Rumbai Pesisir. ‘’Dalam kasus ini, masih diupayakan Diversi sebab pelaku Dm masih bersekolah  dan duduk dikelas enam SD,’’ terang Kapolda.PPG