Dituding Memeras, Minggu Ini Kajari Meranti Melapor ke Polda


SELATPANJANG-Tudingan pemerasan yang dilontarkan terdakwa terkait kasus Yayasan Meranti Bangkit (YMB), menggelinding bagaikan bola panas. Menghindari hal tesebut, Kepala Kejaksaan Kabupaten Kepulauan Meranti, Swarjana, minggu ini akan melapor ke Polda Riau. 

Swarjana, melalui Kepala Seksi Inteligen Ade Maulana menegaskan, selain melapor terdakwa, Kajari juga akan melaporkan media yang telah melakukan pemberitaan tendensius terhadap kepala kantornya ke Polda Riau, beberapa hari mendatang. 

Terkait langkah Kajari Meranti akan menyambangi Polda Riau, Kasi Intel Ade Maulana tidak bisa memastikan hari dan tanggalnya. Namun dirinya mengungkapkan, langkah tersebut diambil Kajari setelah usai proses pemeriksaan yang dilakukan Kejadi dalam beberapa hari kedepan.

"Yang jelas minggu ini. Usai pemeriksaan oleh Kejati Riau, Kajari akan Kepolda Riau melaporkan hal tersebut. Selain terdakwa dugaan kasus korupsi, Kajari juga akan melapor media yang dinilai tendensius melakukan pemberitaan terhadap hal tersebut," ujar Ade melalui telphone genggam Senin (20/3).

Jauh sebelum ini, Kajari Kabupaten Kepuluan Meranti Suwarjana telah membantah bantah tudingan terdakwa dugaan kasus Yayasan Meranti Bangkit (YMB). Menurutnya dirinya tidak kenal dengan terdakwa, apalagi melakukan komunikasi lewat telphone gengam sehingga melakukan upaya pemerasan. 

"Saya tidak kenal para terdakwa Kasus Yayasan Meranti Bangkit, komunikasi lewat telpone saja tidak pernah, apalagi tatap muka. Jangan kan Rp.10 juta, Rp 1 M pun saya tolak," ujar Suwarjana beberapa hari lalu.

Swarjana menilai tudingan yang dilontarkan oleh terdakwa, adalah suatu kejahatan pencemaran nama baik. Untuk tindak lanjut masalah itupun, dirinya akan berusaha melapor ke Polda Riau, atas dugaan pencemaran nama baik. "Namun sebelum itu saya akan cuba minta pentunjuk Pak Kejati." ujar Swarjana ketika didampingi oleh Kasi Intel Kejari.   
Terdakwa kasus Yayasan Meranti Bangkit dalam persidangan mengaku diperas oleh Kepala Kejari Meranti dengan cara meminta sejumlah uang melalui rekening BRI istri Swarjana atas nama Siti Nurul Ismawati dengan nomor rekening 0339.0100133. 5654 sebesar Rp 10 Juta secara bertahap. 

Ditanya terkait rekening tersebut, Swarjana juga sempat membantah jika nama pemilik rekening yang dilontarkan oleh terdawa dalam pledoi terdakwa, adalah rekening istrinya. "Siti Nurul Ismawati itu bukan istri saya. Kami Kejari Meranti sudah cek, rekening tersebut dikeluarkan oleh BRI wilayah Jakarta Selatan," kata Kajari.(wira)