Polisi Periksa KSOP Terkait Perizinan Kapal Marcopolo


PEKANBARU-Polisi Sektor Kawasan Pelabuhan (SKP) Pekanbaru, melakukan pemeriksaan terhadap izin pelayaran kapal Marcopolo 129 yang bersandar di Pelabuhan SHK, Jalan Tanjung Batu, Kecamatan Limapuluh.

Hal itu mengenai insiden meninggal seorang pelajar dari Aceh, Tengku Muhammad Taufik Kurniawan (22) yang ditemukan pada Kamis (16/3) lalu.

Polisi menduga, ada unsur kelalaian dalam peristiwa maut tersebut, diantaranya pihak pelabuhan dan pemilik kapal.

Seperti yang disampaikan Kapolsek SKP, AKP Joelly AS didampingi Kanit Reskrim, Ipda Letman Z, Senin (20/3) siang.

Mereka mengaku telah memanggil pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kota Pekanbaru.

" Masih kami lakukan pemeriksaan. KSOP datang diwakili oleh Nuryadi selaku pejabat Penata I. Kita melakukan pemeriksaan menyangkut kapal Marcopolo," kata Joelly kepada Pekanbaru Pos Group.

Sementara itu, Kanit Reskrim, Letman melanjutkan, keberadaan kapal Marcopolo 120 sebenarnya sudah tidak layak dioperasikan.

Namun, pihak KSOP diduga masih memberikan izin untuk berlayar, sementara kondisi sudah tidak memungkinkan lagi.

" Ada beberapa pihak yang terkait kita periksa mengenai kapal Marcopolo ini. Dan kita juga minta KSOP untuk mengevakuasi kapal tersebut," kata Letman.

Hal itu juga dengan keterkaitan pelajar Balai Pelatihan dan Pendidikan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Aceh. Sebab kapal tersebut sudah lama bersandar dan dalam kondisi rusak.

Apalagi, pelajar yang tewas waktu itu menginap atau tinggal bersama tiga orang temannya dikapal tersebut.

" Yang jelas kapal Marcopolo yang karam itu udah kita police line," tambah Letman.

Terpisah, Kepala KSOP, Herwanto sebelumnya menegaskan bahwa kapal Marcopolo akan dievakuasi setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian.(don)