Semangat Santriwati Babussalam Jadi Penulis

PEKANBARU (RPZ) – Pipiet Senja belum lelah berbagi ilmu dan semangat dalam menulis bagi generasi muda. Penulis kondang dan produktif berusia 61 tahun itu ‘’memprovokasi” sekitar 70 santriwati/guru SMA Babussalam agar berani menulis sejak dini.

‘’Jangan pernah menyerah, harus bermental baja. Mari kita jadi orang-orang hebat. Berkarya untuk umat dan tanah air kita. Tapi jangan menulis hal-hal yang menyesatkan karena nanti akan dipertanggungjawabkan,” ujar penulis nasional yang sudah merilis 192 judul buku tersebut.

Pelatihan ini merupakan program dari Gerakan Santri Menulis yang sudah dilakoninya selama 10 tahun terakhir dengan berkeliling ke seluruh Indonesia. Di Pesantren Babussalam kegiatan ini disebut 
Kelas Menulis dengan Hati bersama Pipiet Senja yang mengambil tema Mental Baja Penulis. Turut hadir Drs H Imran Effendy Hasibuan MA, Kepala SMA Babussalam/Direktur Pendidikan Ponpes Babussalam, Drs H Mahfuz Ihsan, dan Dra Hj Yurniwati MPd.

Selain mendapatkan pencerahan dan kiat-kiat menjadi penulis, para santriwati juga harus praktik langsung dengan membuat cerita pendek. Setelah diperiksa oleh Pipiet Senja, maka delapan santriwati dengan karya terbaik mendapatkan hadiah buku karya Pipiet Senja. Ahad depan Pipiet Senja kembali memberi pelatihan di Pesantren Babussalam.

‘’Saya bingung juga milihnya karena banyak yang bagus-bagus. Banyak yang berpotensi jadi penulis bagus. Untuk itu saya sarankan terus menulis, manfaatkan mading, buat blog dan sebagainya. Karena penulis itu harus promosikan karyanya,” harap Pipiet.PPG