Penyair Riau Tampil  Lagi di Singapura

riaupotenza.com
Penulis Singapura Anie Din (kiri), anggota parlemen Singapura Dt Yatiman Yusof dan Mosthamir Thalib (kanan), selepas pelancaran buku sastra nusantara di Perpustakaan Nasional Singapura, Sabtu (11/3).

SINGAPURA (RPZ) - Penyair Riau, Mosthamir Thalib dan Muchid Albintani kembali tampil di National Library Singapore (NLS). Kali ini, Sabtu (18/3), mereka tampil membaca puisi bersama sejumlah penyair ASEAN lainnya.

Acara yang ditaja Friends of Persadaku.Org dan Majelis Pusat Singapura dalam rangka Lentera Puisi IV, dengan tajuk, "Jauhari yang Kenal Manikam". Sebagian yang hadir merupakan penyair yang juga aktif di kampus (akademisi). Acara ini selain menampilkan pembacaan puisi juga ditampilkan musikalisasi puisi dan persembahan lainnya yang memakai media puisi.
      
Sepekan lalu (11/3) di tempat yang sama, di Perpustakaan Singapura Nasional, dua penyair Riau ini juga ikut melakukan peluncuran buku bersama sejumlah penyair Riau lainnya serta para penulis negara serumpun ASEAN. Mosthamir Thalib meluncurkan bukunya Kelakar Orang Melayu Kawin. Sedangkan Muchid Albintani meluncurkan buku puisi Rindu Dini.
 
Lentera Puisi 

"Lentera Puisi ini kami selenggarakan setiap tahun. Mengundang para sastrawan yang peduli pada pengembangan dan pengekalan kesusastraan nusantara," kata Yahya Hamid M Ed, penyelenggara acara ini.

Dari Singapura hampir semua tokoh senior tampil selain penyair-penyair muda potensial, antaranya Suratman Markasan (Sastrawan Nusantara, MASTERA), Mohamed Latiff Mohamed (Sasterawan Negara, Anugerah Tan Sri Lanang), Anie Din, EF Kamaludin, Sumadi Sarkawi, Jamal Ismail, Mohd Khair Mohd Yasin, Herman Mutiara, Adam Fadila, Maarof Salleh, Eunos Asah, Khusniwati Md Mahoni, Herman Rothman.

Sementara itu, dari Vietnam hadir  Nik Mansour Nik Halim.

Dari Indonesia selain Mosthamir Thalib dan Muchid Albintani, juga diundang dalam perhelatan ini, Semidi Marta (SMKI Jogjakarta),  Prof. Dr. Didi Turmudzi, MSI (Universitas Pasundan, Bandung), Irma Rachmawati Maruf, Ph.D (Universitas Pasundan, Bandung), Dr. Panca Pertiwi (Universitas Pasundan, Bandung) dan Jodhi Yudono (Jakarta) dan Bapak Syarifuddin Arifin (Padang), Fileski (Surabaya), Ibu Lily Siti Multatuliana Sutan Iskandar (Jakarta).

Sedangkan dari Malaysia akan hadir Shirley Idris, Wan Eidalafua, Mustaffa Siraj, Umar Uzair dan  Waslie Duby Full.

Peluncuran Buku

Peluncuran buku bersama 54 sastrawan Asia Tenggara di National Library Singapura pekan lalu (11/3) yang ditaja Anie Din bekerja sama dengan NLS selain Mosthamir Thalib dan Muchid Albintani juga melibatkan lima penyair Riau lainnya. Mereka, Fakhrunnas MA Jabbar dengan buku puisi Air Mata Musim Gugur, Dheni Kurnia dengan buku Puisi Olang2, Kunni Masrohanti, dengan buku puisi Calung Penyukat dan Bambang Kariawan buku Cerpen Lukah yang Tersangkut di Dinding.

Sebanyak 54 Sastrawan dari Enam Negara Asean, masing masing Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Brunai Darussalam, Vietnam dan Philipina itu, juga dijamu langsung oleh Penasehat Ahli Menteri Pendidikan Singapura, YB Datuk Yatiman Yusof. 

Menurut Yatiman, Singapura sangat berterimabkasih, karena dipilih sebagai negara tempat peluncuran buku oleh seniman seniman ASEAN. "Ini penghargaan besar bagi negeri kami. Kami bangga para penulis roman, cerita pendek, penulis skenario drama, film dan penyair bisa bersama sama hadir di negeri ini," katanya.

Yatiman juga secara resmi ikut meluncurkan buku, yang ditandai dengan penandatanganan prasasti.

Dijelaskan Yatiman, Singapura sangat berbangga hati, karena memiliki sejumlah penulis, seniman dan penyair besar, seperti Suratman Markasan, Latif Muhammad, Chadijah Rahmad, EF Kamaluddin, Rohani Dien dan sejumlah nama lainnya. Tapi pemerintah Singapura, lebih bangga lagi ketika para penyair dan penulis negara ASEAN hadir untuk meluncurkan buku secara bersama sama.PPG