KH Hasyim Muzadi di Mata Ketua DPW PKB Riau Abdul Wahid

Tokoh Bangsa yang Santun, Kharismatik dan Tidak Alergi Politik


riaupotenza.com
Abdul Wahid

KETOKOHAN mantan Ketua Umum PB NU KH Hasyim Muzadi dua periode ini sudah diketahui semua orang. Sebagai salah seorang tokoh bangsa, ia pun dikenal sebagai seorang kiyai di kalangan santri-santrinya, juga bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) di seantero Indonesia. Pola pikirnya yang maju dan paham nasionalismenya yang kental, membuat ia bisa diterima oleh semua kalangan. 
    
Bagi Ketua DPW PKB Riau yang juga Wakil Ketua PW Riau Abdul Wahid, sosok KH Hasyim Muzadi sangat punya kesan mendalam. "Sosok KH Hasyim Muzadi adalah sosok kiyai yang selalu memberi keteduhan, bukan memanas-manasi. Ia juga kharismatik," kata Wahid pada Pekanbaru Pos, Kamis (16/3). Wahid pun mengaku, akan ikut proses pemakaman Hasyim Muzadi.
   Sebagai panutan dan tempat bertanya banyak orang tentang banyak hal, menurut Wahid, KH Hasyim Muzadi juga tidak alergi politik. Pandangannya, politik itu adalah cara untuk mengubah keadaan. Politik menurut dia, kata Wahid, tak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. "Kiyai sangat meyakini, bahwa politik adalah instrumen di Indonesia bahkan di dunia. Makanya, dia tidak alergi politik," ujar Wahid.
    Kesan mendalam lainnya yang dirasakan Wahid dari sosok KH Hasyim Muzadi, adalah sikap toleran dan nasionalismenya. Dalam kesempatan memberikan pengajian dimana-mana, baik di Indonesia maupun di belahan dunia manapun, dia selalu menjunjung toleransi. Karena kata Wahid, menurut pandangan Kiyai, manusia itu harus dihormati. Manusia sebagai ciptaan Tuhan haruslah dimuliakan. Kalaupun ada yang dilahirkan beragama Islam, itu berarti sudah lurus. Tapi, kalau lahir dalam kondisi tidak Iskan, tetap juga manusia itu harus dihormati dan dimuliakan. Syukur-syukur mereka bisa mendapat hidayah dari Allah SWT.
   Selain itu, sosok KH Hasyim Muzadi juga patut jadi contoh dan teladani lewat kesederhanaannya. "Kiyai adalah sosok yang sangat sederhana. Ia menjunjung pluralisme. Pikirannya sangat maju, cerdas tapi tidak pernah memunculkan masalah. Dia hadir dimana-mana memberi keteduhan. Perginya Kiyai, membawa rasa sedih dan duka mendalam bagi keluarga besar NU dan bangsa Indonesia," ucapnya, sambil menyebutkan bahwa selama tiga malam berturut-turut akan ada tahlilan di kantor PW NU Riau, Jalan KH Ahmad Dahlan, Sukajadi Pekanbaru. Dijemput semua warga untuk hadir berdoa untuk KH Hasyim Muzadi.(uli)