Ibu Dekap Bayi Selama 1 Jam hingga Tak Bernafas

Bayi Malang Diduga Dibunuh Ibu Sendiri


riaupotenza.com
Rini (32) diadegan ke 20 ini sedang mendekap anaknya yang baru lahir..jpg

BAGANBATU (RPZ) - Tim Reserse Kriminal Polsek Bagansinembah menggelar proses rekonstruksi kasus bayi yang dikubur ibunya tengah malam, besoknya diambil lagi dan dimasukkan dalam kotak plastik lalu disimpan di ruang tamu.

Hasil penyelidikan polisi, diduga bayi tersebut tewas karena dibunuh oleh ibu kandungnya sendiri. Sang ibu bernama Rini, warga  Jalan MT Haryono, Bambu Kuning, Bahtera Makmur Kota, Bagansinembah, 
telah ditetapkan polisi sebagai tersangka.

Proses rekonstruksi yang dipimpin Kapolsek Bagansinembah Kompol Eka Ariandy Putra SH SIK yang diwakili Kanit Reskrim Iptu Amru Abdullah SIK, Selasa (14/3) siang berjalan lancar tanpa ada hambatan.

Dalam rekonstruksi yang digelar di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah kontrakan tersangka di Jalan MT Haryono, Bambu Kuning, Bahtera Makmur Kota, Kecamatan Bagansi-nembah tersangka didampingi penasehat hukumnya, Mangiring Parulian Sinaga SH dan Radisman Saragih Simarmata SH. Tersangka memperagakan 49 adegan dengan menggunakan pakaian tahanan.

Dalam rekonstruksi tersebut, terungkap bahwa usai dilahirkan pada Rabu (8/2) dinihari sekitar pukul 02.00 WIB, kondisi bayi masih dalam keadaan hidup. Namun saat bayi tersebut menagis, ibu korban menggendong bayinya dengan mendekap erat ke tubuhnya selama satu jam.

Selanjutnya, saat tersangka meletakkan bayinya itu, tersangka melihat kondisi bayi dalam keadaan tidak bergerak, mulutnya menganga dan mata tertutup. Curiga bayinya meninggal, tersangka meyakinkan dengan mendengarkan detak jantungnya. Dan ternyata sudah meninggal.

Dalam kondisi panik, tersangka membungkus bayinya dengan kain dan menguburnya di hutan karet tepat di depan rumah kontrakannya yang berjarak sekitar 40 meter. Pada pagi harinya sekitar pukul 10.00 Wib, tersangka kembali mengambil bayinya dan memasukkannya ke dalam kotak plastik yang kemudian disimpan di ruang tamu rumahnya.

Usai rekonstruksi, Kapolsek Bagansinembah Kompol Eka Ariandy Putra SH SIK melalui Kanit Reskrim Iptu Amru Abdullah SIK kepada wartawan menyampaikan, bahwa dalam kasus ini tersangka yang merupakan ibu kandung korban dijerat dengan pasal 342 jo 341 KUHPidana, jo UU Perlindungan Anak pasal 80 ayat 3 dan 4. “Ancamannya maksimal 20 tahun penjara,” ungkap Iptu Amru.

Dalam kesempatan itu, Amru juga menyampaikan, berdasarkan hasil otopsi disimpulkan bahwa bayi yang berjenis kelamin perempuan itu lahir dalam kondisi cukup umur.

Selanjutnya, ditemukan luka lecet pada dahi, memar pada kepala dan resapan darah di permukaan kulit kepala bagian dalam dan tulang kepala bagian belakang serta dahi.

“Tulang dagu bayi juga patah akibat kekerasan tumpul. Sementara penyebab kematian bayi diduga karena kekerasan benda tumpul pada daerah mulut, kekerasan benda tumpul pada daerah kepala yang dapat menimbulkan kematian,” terangnya.

Sebelumnya, terungkapnya kasus pembuangan bayi ini berdasarkan kecurigaan masyarakat terhadap ibu bayi yang diketahui berinisial, RS alias Rini (32) warga Jalan MT Haryono Bambu Kuning Bagan Batu Kelurahan Bahtera Makmur, Kecamatan Bagansinembah, Rohil.

Pasalnya, masyarakat menduga selama ini bahwa Rini tengah hamil, namun warga sekitar melihat bahwa perut Rini tidak terlihat lagi seperti orang hamil. Kecurigaan itu muncul lantaran tidak terlihat sesosok bayi di rumah Rini.

Lalu pada Kamis (9/2), warga sekitar menanyakan langsung kepada Rini, namun Rini mengaku kalau dirinya tidak melahirkan dan hanya sedang sakit asam lambung. Kemudian warga memanggil ketua RT setempat untuk menanyakan langsung, tetapi Rini tetap bersikukuh kalau dia sedang sakit.

Untuk lebih meyakinkan, kemudian ketua RT membawa bidan agar dilakukan pemeriksaan, lalu bidan tersebut melakukan pemeriksaan dan ternyata benar, Rini baru saja melahirkan. Tak dapat menghindar lagi, akhirnya Janda anak dua ini mengaku bahwa ia telah melahirkan bayi yang masih prematur. Menurut Rini, kandungnya berusia 7 bulan.

Dan ketika ditanya dimana bayi itu berada, sontak RT dan warga terkejut, lantaran, ia mengatakan bahwa bayi itu telah meninggal sesaat setelah dilahirkan pada Rabu (8/2) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Rini juga mengaku bahwa bayi itu sempat dikuburkan di hutan karet seberang rumahnya, namun paginya ia kembali mengambil dan meletakkannya di dalam kotak plastik dan dimasukkan ke dalam kantongan plastik kemudian disimpan di ruang tamu rumahnya.

Tanpa pikir panjang, RT langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Bagansinembah. Mendapat laporan, polisi bersama tim medis dari Puskesmas Baganbatu langsung menuju lokasi untuk mengamankan Rini. Selanjutnya bayi malang itu dibawa ke ruang mayat Puskesmas untuk dilakukan Visum et Repertum.

Kapolres Rohil AKBP Henry Posma Lubis SIK MH yang dikonfirmasi riaupotenza.com melalui Kapolsek Bagansinembah Kompol Eka Ariandy Putra SH SIK, Jumat (10/2) membenarkan.
“Ibu bayi itu masih dirawat di Puskesmas, dan bayinya hari ini akan dibawa ke Pekanbaru untuk dilakukan otopsi, kita ingin memastikan apakah bayi ini meninggal di dalam kandungan apa setelah dilahirkan, atau juga meninggal karena dikubur, kita tunggu hasilnya nanti,” terang Kapolsek.PPG